Allah

Senin, 23 Desember 2013

APA SUSAHNYA TIDAK EGOIS..???




Secara tak disengaja ternyata post perdana blog ini diisi oleh pengalaman ane hari ini. Bukan berniat untuk curhat atau apapun namanya, hanya saja ane rasa apa yang ane alami hari ini sangatlah bagus untuk dijadikan pembelajaran bagi pembaca, agar apa yang ane alami saat ini bisa dijadikan referensi ataupun motivasi pembaca untuk bisa lebih menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

Diawali oleh sms berisi permintaan bimbingan kepada salah satu dosen pembimbing TA (Tugas Akhir) ane. Sehari dua hari ternyata tak ada respon. Ya, begitulah resikonya mendapat dosbim (dosen pembimbing) yang memang jarang ada di kampus. Whatever, ane pun mencoba mengerti dengan kesibukan-kesibukan yang beliau hadapi. Akhirnya ane pun mencoba menghubungi perantara yang dapat menghubungkan ane dengan beliau, dialah Laboran yang memang seringkali membantu para dosen mengerjakan proyeknya. Singkat cerita, hari ini adalah bimbingan pertama ane dengan dosbim I (sebelumnya ane bimbingan hanya dengan dosbim II). Setelah hampir satu jam menunggu dari jadwal yang ditentukan, akhirnya ane pun masuk menghadap beliau. Sebagai keterangan, hari ini adalah perlakuan TA terakhir yang ane lakukan, setelah hari ini ane hanya tinggal menguji dan mengolah data. Kembali kepada cerita, inilah bimbingan pertama ane dengan dosbim I yang super duper sibuk.

Awal percakapan terkesan santai dan sesekali dibarengi dengan senyuman. Hingga akhirnya setelah ane jelaskan bahwa esok hari adalah waktunya pengujian dan ane belum mempersiapkan apapun, suasana bimbingan pun sedikit berubah. Beliau banyak bertanya terkait teknis esok hari. Ya, seperti yang sudah ane jelaskan, banyak pertanyaan yang ane kurang bisa menjawabnya. Sekitar 1 menit beliau menasehati ane, sampai akhirnya ane sedikit memotong untuk segera membahas solusi esok hari. Oh iya, sebagai informasi juga supaya ane gak di-cap jelek oleh pembaca, jadi sebenarnya di sini terdapat missed-communication antara ane dengan dosbim/laboran. Tapi, sepertinya kalau ane jelaskan secara rinci di sini permasalahannya, ane takut tulisan ini hanya sekedar curhatan ane belaka tanpa adanya pesan/pembelajaran bagi pembaca. Jadi, intinya yang perlu ditekankan di sini yaitu adanya miskom antara ane dan dosbim I terkait teknis pengujian.

Hal yang membuat ane salut dari dosbim I ini yaitu, Care and Keep Calm. Ya, walaupun keadaan semakin mendesak dan ane tahu kesibukannya bukan hanya untuk membimbing TA ane, tapi dari raut muka yang beliau tunjukkan kepada ane hari ini, Masyaa Allah ane gak menyangka ternyata beginilah karakter dosbim I ane. Masyaa Allah, tahu gini dari dulu ane bimbingan dengan beliau aja kali ya.hehe... Beliau terlihat tetap tenang menghadapi permasalahan ane (kami). Tak ada sedikitpun tanda-tanda darinya untuk ‘memarahi’ apa yang sudah ane lakukan, walaupun ane mengerti bisa saja saat itu beliau melakukan hal tersebut. Dan yang terpenting di samping ketenangan beliau yaitu rasa pedulinya yang sangat tinggi. Setelah ane ‘potong’ nasehat beliau untuk segera membahas solusi, beliaupun bergegas mengambil handphone-nya dan mencoba menghubungi kontak yang beliau pikir dapat membantu menyelesaikan solusi tersebut. Masyaa Allah...

Baiklah, ane kira cukup cerita ane hari ini. Poin yang mau ane sampaikan di sini yaitu, Allah Maha Tahu apa yang sedang menjadi kesibukan kita hari ini, dan Dia pun Maha Tahu apa yang akan menjadi ‘beban’ kita esok hari. Dari kisah di atas, ane kira dosbim I ane dapat dijadikan motivasi lebih bagi ane khususnya dan antum pembaca umumnya yang sedang/akan memegang banyak amanah di bumi ini. Ya, sebanyak atau seberat apapun amanah yang sedang/akan kita pegang, kita harus yakin Laa haula walaa quwwata illaa billah, tidak ada daya dan upaya kecuali datangnya dari Allah. Semua amanah yang sedang/akan kita pegang bukanlah suatu hal yang besar di hadapan-Nya. Dengan seizin-Nya, insya Allah segala apapun mungkin terjadi.

”Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya. (HR. Muslim)

Hadits di atas menerangkan kepada kita bahwasanya, Allah akan senantiasa menolong SEMUA permasalahan yang kita hadapi selama kita gemar membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesusahan. Kasarnya, kalau kita ingin dibantu Allah semua permasalahan kita, pertanyaan yang harus kita renungkan adalah: sudah berapa banyak kah permasalahan saudara kita yang telah kita bantu. Masyaa Allah...

"Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya" (HR. Muslim)


#YukMenulis #BeInspiring #LaaHaulaWalaaQuwwataIllaaBillah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar