Secara
tak disengaja ternyata post perdana blog ini diisi oleh pengalaman ane hari
ini. Bukan berniat untuk curhat atau apapun namanya, hanya saja ane rasa apa
yang ane alami hari ini sangatlah bagus untuk dijadikan pembelajaran bagi
pembaca, agar apa yang ane alami saat ini bisa dijadikan referensi ataupun
motivasi pembaca untuk bisa lebih menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang
lain.
Diawali
oleh sms berisi permintaan bimbingan kepada salah satu dosen pembimbing TA (Tugas
Akhir) ane. Sehari dua hari ternyata tak ada respon. Ya, begitulah resikonya
mendapat dosbim (dosen pembimbing) yang memang jarang ada di kampus. Whatever, ane pun mencoba mengerti
dengan kesibukan-kesibukan yang beliau hadapi. Akhirnya ane pun mencoba
menghubungi perantara yang dapat menghubungkan ane dengan beliau, dialah Laboran
yang memang seringkali membantu para dosen mengerjakan proyeknya. Singkat
cerita, hari ini adalah bimbingan pertama ane dengan dosbim I (sebelumnya ane
bimbingan hanya dengan dosbim II). Setelah hampir satu jam menunggu dari jadwal
yang ditentukan, akhirnya ane pun masuk menghadap beliau. Sebagai keterangan, hari
ini adalah perlakuan TA terakhir yang ane lakukan, setelah hari ini ane hanya
tinggal menguji dan mengolah data. Kembali kepada cerita, inilah bimbingan
pertama ane dengan dosbim I yang super duper sibuk.
Awal
percakapan terkesan santai dan sesekali dibarengi dengan senyuman. Hingga akhirnya
setelah ane jelaskan bahwa esok hari adalah waktunya pengujian dan ane belum
mempersiapkan apapun, suasana bimbingan pun sedikit berubah. Beliau banyak
bertanya terkait teknis esok hari. Ya, seperti yang sudah ane jelaskan, banyak
pertanyaan yang ane kurang bisa menjawabnya. Sekitar 1 menit beliau menasehati
ane, sampai akhirnya ane sedikit memotong untuk segera membahas solusi esok
hari. Oh iya, sebagai informasi juga supaya ane gak di-cap jelek oleh pembaca,
jadi sebenarnya di sini terdapat missed-communication
antara ane dengan dosbim/laboran. Tapi, sepertinya kalau ane jelaskan
secara rinci di sini permasalahannya, ane takut tulisan ini hanya sekedar
curhatan ane belaka tanpa adanya pesan/pembelajaran bagi pembaca. Jadi, intinya
yang perlu ditekankan di sini yaitu adanya miskom antara ane dan dosbim I
terkait teknis pengujian.
Hal
yang membuat ane salut dari dosbim I ini yaitu, Care and Keep Calm. Ya, walaupun keadaan semakin mendesak dan ane
tahu kesibukannya bukan hanya untuk membimbing TA ane, tapi dari raut muka yang
beliau tunjukkan kepada ane hari ini, Masyaa Allah ane gak menyangka ternyata
beginilah karakter dosbim I ane. Masyaa Allah, tahu gini dari dulu ane
bimbingan dengan beliau aja kali ya.hehe... Beliau terlihat tetap tenang
menghadapi permasalahan ane (kami). Tak ada sedikitpun tanda-tanda darinya
untuk ‘memarahi’ apa yang sudah ane lakukan, walaupun ane mengerti bisa saja saat
itu beliau melakukan hal tersebut. Dan yang terpenting di samping ketenangan
beliau yaitu rasa pedulinya yang sangat tinggi. Setelah ane ‘potong’ nasehat
beliau untuk segera membahas solusi, beliaupun bergegas mengambil handphone-nya dan mencoba menghubungi kontak
yang beliau pikir dapat membantu menyelesaikan solusi tersebut. Masyaa Allah...
Baiklah,
ane kira cukup cerita ane hari ini. Poin yang mau ane sampaikan di sini yaitu, Allah
Maha Tahu apa yang sedang menjadi kesibukan kita hari ini, dan Dia pun Maha Tahu
apa yang akan menjadi ‘beban’ kita esok hari. Dari kisah di atas, ane kira
dosbim I ane dapat dijadikan motivasi lebih bagi ane khususnya dan antum
pembaca umumnya yang sedang/akan memegang banyak amanah di bumi ini. Ya, sebanyak
atau seberat apapun amanah yang sedang/akan kita pegang, kita harus yakin Laa haula walaa quwwata illaa billah,
tidak ada daya dan upaya kecuali datangnya dari Allah. Semua amanah yang
sedang/akan kita pegang bukanlah suatu hal yang besar di hadapan-Nya. Dengan
seizin-Nya, insya Allah segala apapun mungkin terjadi.
”Sesungguhnya Allah akan selalu menolong
seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Hadits
di atas menerangkan kepada kita bahwasanya, Allah akan senantiasa menolong
SEMUA permasalahan yang kita hadapi selama kita gemar membantu saudara-saudara
kita yang sedang mengalami kesusahan. Kasarnya, kalau kita ingin dibantu Allah
semua permasalahan kita, pertanyaan yang harus kita renungkan adalah: sudah berapa
banyak kah permasalahan saudara kita yang telah kita bantu. Masyaa Allah...
"Barangsiapa yang
membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak
kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu
kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat
kelak. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang
kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di
akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim, niscaya Allah akan
menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong
seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya" (HR. Muslim)
#YukMenulis #BeInspiring
#LaaHaulaWalaaQuwwataIllaaBillah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar